Amnesty Tuduh Tentara Inggris Bunuh Warga Sipil Irak

Amnesty Tuduh Tentara Inggris Bunuh Warga Sipil Irak

- detikNews
Selasa, 11 Mei 2004 16:08 WIB
Jakarta - Amnesty International menuduh tentara-tentara Inggris di Irak telah membunuh warga sipil, termasuk seorang bocah perempuan berusia delapan tahun. Padahal jelas-jelas warga sipil tersebut tidak membawa ancaman apapun.Menurut kelompok HAM terkemuka itu, Inggris telah mengabaikan aturan hukum di Irak dengan kegagalan pihaknya menginvestigasi secara semestinya pembunuhan-pembunuhan tersebut. Demikian seperti diberitakan Reuters, Selasa (11/5/2004).Amnesty menuding pasukan Inggris telah melanggar standar HAM internasional. "Respons Angkatan Darat Inggris terhadap dugaan pembunuhan yang tidak sah atas warga sipil telah mengabaikan, bukannya mematuhi, aturan hukum," demikian Amnesty dalam laporannya.Menurut Amnesty, secara total, pasukan Inggris telah terlibat dalam pembunuhan setidaknya 36 warga sipil sejak 1 Mei 2003 lalu, ketika perang utama di Irak secara resmi dinyatakan berakhir oleh Presiden AS George W Bush.Amnesty menekankan sembilan kematian di daerah Basra dan Amara di Irak selatan. Termasuk Hanan Saleh Matrud, anak perempuan berusia delapan tahun yang tewas ditembak pada 21 Agustus 2003 lalu di dekat desanya. Saksi mata mengungkapkan bahwa Hanan sengaja ditembak oleh seorang prajurit Inggris dari jarak sekitar 60 meter. Namun militer Inggris berdalih bahwa bocah itu tewas secara tidak disengaja akibat tembakan peringatan.Laporan Amnesty ini semakin memperburuk citra pasukan Inggris yang tengah dilanda skandal penganiayaan tawanan perang Irak. Skandal serupa yang saat ini juga tengah menyudutkan pasukan Amerika Serikat. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads