Muhammadiyah Beri Kebebasan Warganya Pilih Presiden
Selasa, 11 Mei 2004 13:44 WIB
Jakarta - Muhammadiyah secara resmi mendukung Amien Rais sebagai capres. Namun warga Muhammadiyah dibebaskan untuk menentukan pilihan saat Pemilu Presiden 5 Juli 2004 mendatang.Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif seusai menjadi pembicara seminar International Center for Islam and Pluralism (ICIP) di Hotel Hilton, Senayan, Jakarta, Selasa (11/5/2004). "Orang-orang Muhammadiyah juga ingin menyalurkan aspirasi politik mereka pada Pilpres mendatang. Kita (Muhammadiyah) beri kebebasan untuk itu. Tapi otomatis saja apabila warga memilih kadernya," kata Syafii. Syafii tak menampik akan muncul penggalangan dukungan untuk Amien Rais. Namun penggalangan dukungan tersebut tidak akan terjadi secara formal dari Muhammadiyah. "Bentuk dukungan Muhamamdiyah itu kita serahkan pada jaringan Muhammadiyah. Tapi sebagai warga negara terserah. Walaupun pasti mereka bergerak memenangkan kadernya," katanya. Dukungan dari Muhammadiyah saja tidak akan cukup untuk memenangkan Amien sebagai presiden. Menurut Syafii, jumlah anggota Muhammadiyah sesuai kartu anggota kurang dari 1 juta orang. Jumlah itu kalau ditambah dengan keluarga dan simpatisan Muhammadiyah bisa saja mencapai sekitar 20 juta. "Namun untuk menang minimum 40 juta. Dari Pak Siswono mungkin punya dukungan."Syafii tak sependapat jika Siswono Yudo Husodo yang digandeng Amien sebagai cawapres dinilai kurang mempunyai pendukung. Meski nama Siswono agak tenggelam, Syafii optimis pendukungnya akan segara kelihatan. "Dalam beberapa minggu ini akan terkenal dia," demikian Syafii.
(iy/)











































