Azyumardi: Isu Penangkapan Akan Perburuk Citra Wiranto
Selasa, 11 Mei 2004 13:13 WIB
Jakarta - Perintah penangkapan yang dikeluarkan pengadilan Timor Leste yang didukung PBB akan memperburuk citra calon presiden (capres) Golkar, Wiranto. Citra Wiranto akan sama dengan Akbar saat tersangkut kasus korupsi.Demikian pendapat Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra seusai menjadi pembicara seminar International Center for Islam and Pluralism (ICIP) di Hotel Hilton, Senayan, Jakarta, Selasa (11/5/2004). Pengadilan Timor Leste yang didukung PBB, seperti dilansir AP, Senin (10/5/2004) kemarin mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wiranto atas pelanggaran HAM berat di Timor Timor pada 1999 silam yang menyebabkan 1.500 orang tewas.Azyumardi menilai citra Wiranto akan mirip seperti yang dialami Akbar Tandjung saat didera kasus korupsi Bulog. "Kasusnya akan sama seperti Akbar Tandjung dulu. Apalagi kalau kemudian ada kelompok tertentu dalam masyarakat yang semakin giat dalam apa yang dinamakan gerakan anti militerisme," kata Asyumardi. Surat penangkapan itu jelas-jelas akan mengganggu perhatian Wiranto untuk kampanye dalam Pemilu Presiden (Pilpres). Tim hukum yang telah dibentuk Wiranto belum tentu bisa mengatasi masalah hukum Wiranto dalam kasus pelanggaran HAM tersebut. Pendapat berbeda disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif. Pimpinan Ormas Islam yang mendukung Amien Rais itu menyatakan, surat penangkapan dari Timtim tersebut sangat lemah. Menurut Syafii, surat itu tidak bisa menghalangi seseorang untuk menggunakan hak politiknya. Bagaimana nanti hasilnya, semua tergantung pada rakyat. "Tapi prinsip demokrasi tetap kita serahkan pada rakyat," katanya.
(iy/)











































