SBY: Demo Anti Capres Militer Khianati Demokrasi
Selasa, 11 Mei 2004 12:51 WIB
Solo - Capres Partai Demokrat (PD) yang juga pensiunan jenderal, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, menyayangkan maraknya aksi-aksi demo menentang pencalonan presiden yang berlatar belakang militer. Dalam penilaiannya, para penentang itu melakukan aksi dengan bungkus demokrasi, namun sesungguhnya telah melakukan pengkhianatan terhadap demokrasi itu sendiri."Adalah hak siapa pun, termasuk para purnawirawan TNI, untuk berjuang lewat jalur demokrasi dengan mencalonkan diri sebagai presiden maupun wakil presiden. Kalau memang tidak senang terhadap saya ya tidak usah pilih saya," sergah SBY. Hal tersebut disampaikan SBY saat deklarasi tim sukses SBY se Jateng dan DIY yang diselenggarakan di Graha Wisata Niaga, Solo, Selasa (11/5/2004)."Serahkan kepada seluruh rakyat yang akan memilih nanti. Semangat larang-melarang seperti itu justru telah mengkhianati demokrasi dan demokratisasi yang sedang kita perjuangkan bersama," sergah SBY yang tentu saja disambut tepuk tangan bergemuruh para pendukungnya.Deklarasi itu diikuti lebih dari 500 orang pendukung SBY di seantero Jawa Tengah dan DIY. SBY hadir bersama beberapa tim suksesnya termasuk di antaranya mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen (Purn) Djali Jusuf. Bahkan seperti saat kampanye, sebelum acara dibubarkan, SBY menyempatkan diri melantunkan lagu favoritnya 'Pelangi di Matamu', berduet dengan Djali.Usai acara di Solo, SBY melanjutkan perjalanan ke Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, dengan perjalanan darat. Dari Ponorogo dia akan menuju kampung halamannya di Pacitan untuk berziarah dan mengikuti peringatan 1.000 hari kematian ayahandanya.Pengawalan yang dilakukan polisi untuk perjalanan SBY cukup ketat. Demikian juga pengamanan para pengawal SBY di dalam gedung. Bahkan puluhan pria berbadan kekar itu menyulitkan para wartawan yang hendak melakukan wawancara dengan SBY dengan melakukan pagar betis hingga SBY memasuki mobil.
(nrl/)











































