Palang Merah: Penyiksaan Tahanan Irak Meluas & Rutin
Selasa, 11 Mei 2004 11:28 WIB
Jakarta -
Penyiksaan para tahanan Irak oleh tentara-tentara Amerika Serikat merupakan hal yang rutin dan meluas. Demikian diungkapkan Palang Merah Internasional dalam sebuah laporan.Pernyataan Palang Merah ini bertentangan dengan statemen Presiden AS George W Bush sebelumnya bahwa penganiayaan tawanan perang Irak merupakan "kesalahan beberapa orang saja". Demikian seperti dilansir AP, Selasa (11/5/2004).Dalam laporan setebal 24 halaman itu, diungkapkan bahwa 90 persen tahanan Irak ditangkap "karena kekeliruan." Demikian keterangan pejabat-pejabat intelijen koalisi yang dibeberkan dalam dokumen International Committee of the Red Cross (ICRC) tersebut.Dikatakan pula bahwa personel-personel AS menyiksa para tahanan di penjara Abu Ghraib, Irak dengan menyuruh mereka telanjang di dalam sel yang gelap. Personel intelijen militer AS juga menganiaya para tahanan saat berlangsung interogasi di Abu Ghraib. Hal ini dilihat langsung oleh para delegasi Palang Merah yang berkunjung ke penjara. Palang Merah juga mengumpulkan tuduhan-tuduhan penganiayaan di lebih dari 10 fasilitas penahanan lainnya di Irak. Termasuk unit intelijen militer di Kamp Cropper di Bandar Udara Internasional Baghdad dan daerah Tikrit."Metode-metode penyiksaan fisik dan psikologis digunakan intelijen militer secara sistematis untuk mendapatkan pengakuan dan informasi dan bentuk lain kerja sama dari orang-orang yang ditangkap sehubungan dengan tuduhan pelanggaran keamanan atau yang dianggap memiliki 'nilai intelijen,'" demikian Palang Merah.
(ita/)










































