Presiden Belum Jawab Agum
Selasa, 11 Mei 2004 11:02 WIB
Jakarta - Agum Gumelar telah meminta waktu untuk bertemu Presiden Megawati untuk membicarakan rencana mundur dari kabinet. Namun Presiden belum memberikan jawaban. "Saya mau minta izin pada Presiden. Tapi belum ada jawaban," kata Agum sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/5/2004). PPP, Senin (10/5/2004) kemarin memutuskan untuk mengajukan Hamzah Haz sebagai calon presiden (capres). Agum Gumelar yang menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi dipilih sebagai cawapresnya. Agum mengaku baru Senin (10/5/2004) kemarin mengetahui dirinya terpilih menjadi cawapres yang akan mendampingi Hamzah Haz. Jenderal purnawirawan yang masih menjadi menteri itu merasa wajib untuk melaporkan langkah politik yang diambilnya kepada Megawati selaku atasannya. "Saya harus gerak cepat untuk menulis surat dan menghadap Presiden. Saya kan menteri, komandannya Presiden," katanya. Agum sebelumnya menyatakan tidak akan mengundurkan diri dari kabinet setelah pengunduran diri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Yusuf Kalla. Agum saat itu menyatakan tak enak hati dengan Presiden. Menteri Perhubungan itu enggan menjelaskan alasannya berubah keputusan. Ia hanya menyatakan sebagai menteri harus meminta izin dulu kepada Presiden. "Saya harus ada izin dari presiden. Sebagai staf yang disiplin saya harus lapor dulu. Kalau memang Ibu mengizinkan saya harus mundur," katanya. Rencananya setelah rapat kerja dengan DPR, Agum akan melakukan pemeriksaan kesehatan capres-cawapres. "Kalau rapat kerja dengan Komisi IV hari ini nggak lama, saya akan cepat periksa kesehatan. Kalau lama ya besok pagi," katanya.
(iy/)











































