"Saya melihat dalam persoalan Ahmadiyah menunjukkan negara tidak hadir ketika rakyat membutuhkan. Negara telah lalai melindungi warganya," ujar Wakil Ketua DPR, Pramono Anung di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/2/2011).
Menurut politisi PDIP ini, negara seharusnya menjamin perlindungan terhadap warga negara. Hal ini sesuai amanat konstitusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalainya pemerintah dalam melindungi para jemaat Ahmadiyah terlihat dari kurang sigapnya para aparat keamanan di lokasi kejadian. Pramono juga menyinggung aparat keamanan yang justru lari saat penyerangan terjadi.
"Dalam persoalan Cikeusik ini saya melihat dengan mata kepala sendiri ketika polisi malah tunggang langgang lari bahkan perutnya kegendutan. Ini menunjukkan tidak bisa memberikan perlindungan kepada warganya dan itu menurut saya bukan hal yang baik harusnya jadi contoh bahwa polisi memberikan perlindungan," terangnya.
Lemahnya barikade keamanan yang diberikan aparat keamanan dianggap kontradiksi dengan upaya pemerintah meningkatkan profesionalitas Polri lewat pemberian remunerasi.
"Bukan hanya itu (Remunerasi) semuanya menjadi sia-sia," imbuh Pram. (her/rdf)











































