Pemukulan pertama gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari dilakukan pada Selasa (8/2/2011) sekitar pukul 14.00 WIB di halaman Masjid Agung Surakarta. Gendhing yang pertama kali dilagukan adalah Rambu dan Rangkung.
Ratusan warga yang telah menunggu di sekitar kompleks Masjid Agung semenjak pagi langsung merangsek begitu gamelan bertalu. Warga langsung berebut janur kuning penghias bangsal pradangga, panggung tempat gamelan. Dalam hitungan detik, hiasan tersebut ludes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gamelan Sekaten akan terus dibunyikan setiap hari, kecuali pada waktu pelaksanaan salat lima waktu dan selang waktu antara maghrib hingga isya. Pembunyian gamelan akan berakhir bersamaan puncak peringatan Sekaten yang ditandai Grebeg Sekaten yaitu keluarnya Gunungan Mulud pada 15 Februari mendatang yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
(mbr/fay)










































