Aksi ini digelar di depan kantor Kedubes Mesir di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (8/2/2011).
Massa meneriakkan yel-yel mengutuk pemerintahan ditaktor Mesir di bawah kepemimpinan Hosni Mubarak. Massa membentangkan spanduk bertuliskan "Dictator No, Democracy No, Khilafah Yes" dan spanduk yang mengecam keterlibatan Israel dan Amerika dalam konflik di Mesir bertuliskan "Go to Hell Amerika dan Israel."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah tidak takut aksi ini akan berimbas negatif bagi WNI di Mesir? "Mungkin saja terjadi seperti itu. Ini adalah situasi sulit, tetapi kita melakukan ini sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan mereka yang kadang menimbulkan efek. Kami tidak bermaksud mencelakakan umat Islam Indonesia di Mesir," kata Jubir HTI, Ismail Yusanto.
Menurut dia, Mesir dalam posisi dilematis dan masih akan berlangsung konstelasi di bawah rezim Hosni Mubarak.
"Mesir otoriter. Pintu Gaza tidak dibuka, terowongan ditutup. Kalau mereka bilang, ini urusan dalam negeri mereka tetapi kenapa Amerika Israel dan Eropa ikut campur dalam masalah ini," ujarnya.
(anw/aan)











































