Siswa Harus Diajak Memahami Esensi Demokrasi

Siswa Harus Diajak Memahami Esensi Demokrasi

- detikNews
Selasa, 08 Feb 2011 15:22 WIB
Medan - Pembelajaran mengenai demokrasi bagi anak di sekolah-sekolah masih belum menyentuh esensi, melainkan terjebak pada masalah-masalah prosedural. Guru perlu membekali siswa dengan pemahaman demokrasi yang lebih esensial tersebut.

Persoalan esensi demokrasi itu menjadi salah satu rekomendasi yang disampaikan 60 delegasi dari Indonesia, Filipina, Timor Leste dan Thailand yang mengikuti International Conference – Workshop of Democracy Education at Municipal Level (Local Democracy) di Hotel Tiara, Medan, yang berakhir Selasa (8/2/2011).

Salah satu peserta konferensi yang juga Ketua Yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak) Muhammad Jailani menyatakan, konferensi ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang yang diharapkan dapat segera disampaikan kepada pemerintah masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu rekomendasi, yakni pendidikan demokrasi lokal perlu diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan karena pendidikan demokrasi lokal merupakan pemberian pengetahuan dan keterampilan politik siswa sebagai warga negara, dan hal tersebut merupakan bagian dari lingkup dan tujuan pendidikan kewarganegaraan," kata Jailani kepada wartawan.

Selain itu, kata Jailani, pendidikan demokrasi juga perlu diberikan kepada siswa sebagai pelajaran ekstra kurikuler di sekolah, khususnya dalam upaya pemberian pelajaran kepada siswa mengenai peran serta dalam kehidupan demokrasi. Poin rekomendasi berikutnya, perlu diberikan pendidikan politik khususnya demokrasi kepada siswa selaku individu yang memiliki hak suara dan akan memegang tongkat estafet kepemimpinan.

"Selain itu, direkomendasikan juga tentang perlunya diberikan peningkatan kapasitas kepada guru mengenai hak anak secara umum dan pendidikan demokrasi lokal, agar guru dapat memahami kebutuhan siswa akan pendidikan politik, khususnya demokrasi lokal," kata Jailani.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Indonesia dalam Komisi Pemajuan dan Perlindungan Hak-hak Perempuan dan Anak Asean (ACWC/Asean Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children), Ahmad Taufan Damanik menyatakan, konferensi ini setidaknya sudah membangun persepsi yang sama tentang perlunya dibangun kesadaran demokrasi tingkat lokal sejak dini.

Konferensi Democracy Education at Municipal Level (Local Democracy) yang digagas Yayasan KKSP bersama Friedrich Ebert Stiftung (FES) ini berlangsung sejak Minggu (6/2/2011). Para peserta umumnya merupakan pejabat di kementerian pendidikan masing-masing negara peserta, aktivis, maupun guru.

(rul/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini