Kerusuhan Temanggung Reda, Aparat Masih Berjaga-jaga

Kerusuhan Temanggung Reda, Aparat Masih Berjaga-jaga

- detikNews
Selasa, 08 Feb 2011 14:23 WIB
Kerusuhan Temanggung Reda, Aparat Masih Berjaga-jaga
Temanggung - Temanggung, Jawa Tengah, panas. Sejumlah gereja dan kendaraan dibakar dan dirusak massa. Beruntung kerusuhan yang terjadi di sekitar Pengadilan Negeri Temanggung itu telah teratasi. Namun sejumlah aparat masih berjaga di sejumlah titik di kota itu.

"Semua sudah ditangani. Sudah mulai aman. Jalan Sudirman di depan pengadilan sudah dibuka lagi, sudah bisa dilewati masyarakat," kata staf Kesbanglinmas Kabupaten Temanggung, Bambang Hartoyo, saat dihubungi detikcom, Selasa (8/2/2011) pukul 14.00 WIB.

Bambang menuturkan, gereja yang diserang adalah Gereja Bethel Indonesia di Jalan Soepeno, Gereja Kristen Protestan Kanisius, dan Gereja Katolik Temanggung.. Namun dia memastikan para romo maupun orang-prang lain yang berada di dalam gereja telah mendapat pengamanan petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"12 sepeda motor dibakar, 3 mobil dibakar dan 1 truk dibakar. Ada korban luka sudah dibawa ke RSU Temanggung. Alhamdulillah tidak ada korban tewas," lanjut Bambang.

Apakah ada penyerbuan ke LP Temanggung? "Tidak. Aparat masih berjaga-jaga. Sudah diantisipasi polisi, brimob dan bantuan petugas dari Magelang," lanjut Bambang.

Ketika ditanya kabar adanya razia KTP, Bambang belum bisa memastikan. Yang jelas, aparat telah mengantisipasi kekerasan terhadap warga dan kerusuhan kembali terjadi.

"Kabarnya ada razia KTP. Tapi kami belum dapat infonya dari petugas di lapangan," ucap Bambang.

Kerusuhan ini dipicu oleh ketidakpuasan massa atas tuntutan 5 tahun penjara kepada terdakwa penistaan agama Antonius Richmond Bawengan. Massa yang terdiri dari beberapa ormas ini tidak terima dan marah. Tuntutan itu dinilai sangat ringan dari perbuataan terdakwa yang menyebarkan selebaran menjelek-jelekkan agama Islam. (vit/vit)


Berita Terkait