Serikat Pekerja Pertamina Somasi Ariffi Nawawi

Serikat Pekerja Pertamina Somasi Ariffi Nawawi

- detikNews
Selasa, 11 Mei 2004 00:43 WIB
Jakarta - Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) mengirim somasi ke Direktur Utama Pertamina Ariffi Nawawi terkait dengan rencana penjualan dua kapal tanker minyak raksasa very large crude carrier(VLCC) milik PT Pertamina. Jika pertamina tetap meneruskan rencana tersebut, SPPSI menuntut Ariffi untuk mundur dari jabatannya,karena langkah tersebut dinilai merugikan negara.Dari hasil kajian konsultan independen Japan Marine yang melakukan analisa nilai ekonomi tanker tersebut, bahwa ternyata VLCC menguntungkan perusahan U$ 7 ribu perhari jika pertamina memiliki dan mengoperasikan sendiri.Hal tersebut tertuang dalam surat SPPSI yang ditujukan dengan Dirut pertamina Ariffi Nawawi tanggal 10 Mei 2004, dengan No 27/SPPSI/P/2004 yang ditandatangani Ketum Ottodiwara."Jadi menurut kajian konsultan Japan Marine disimpulan pertamina memiliki tanker tersebut, maka perseroan akan untung 7 ribu dollar perhari. Jadi sangat naif jika dikatakan biaya sewa tanker hanya 20 ribu perhari, atau jauh lebih rencah mengoperasikannya sendiri yang membutuhkan dana 40 ribu dollar perhari.Otto juga menyayangkan alasan pertamina yang ingin menjual tersebut dengan alasan tidak memiliki dana serta menilai penjualan tanker lebih menguntungkan di saat harga sedang naik. "Kalau yang dijadikan alasan pertamina tak punya uang, maka kondisi itu sebetulnya tak akan terjadi, jika dir pertamina tidak membatalkan rencana penerbitan obligasi yang digagas diresi lama U$ 500 juta," ungkapnya. Pasalnya, lanjut dia, oblighasi itu cukup untuk pandanaan tanker . Dan akibat dari pembatalannya pertamina mengalami kesulitan likuditas mengingat dana tersebut bisa digunakan untuk membiayai pembelian kapal tanker.Otto juga menegaskan harga baja saat ini menguntungkan pertamina jika memiliki tanker tersebut. Alasannya saat pertamina memesan kedua tanker tersebut dari Hyundai Heavy Industry harga baja saat itu masih normal Sedangkan harga baja saat ini mengalami harga sangat tajam. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads