Keberatan ini disampaikan Koordinator Pusat Komunikasi Daerah FSLDK-UI, Marzuki, menanggapi kabar dipecatnya Tri Mulyati dari pekerjaanya sebagai pengajar bahasa Inggris di sebuah keluarga di Kairo, Mesir. Tanggapan dia sampaikan melalui telepon (8/2/2011).
"Ini efeknya cuma ke satu orang, bukan WNI secara umum. Kami keberatan bila disebut aksi kami penyebabnya," ujar Marzuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unjuk rasa yang FSLDK-UI selenggarakan di Bundaran HI pada Minggu (6/2) juga bukan aksi massal dengan massa ribuan orang. Maka terlalu berlebihan bila kemudian unjuk rasa itu lantas disebut sebagai penyebab pemecatan Tri Mulyati.
"Menurut saya aksi kami kemarin biasa-biasa saja. Bila ada imbas (berupa pemecatan Tri Mulyati), itu keputusan pribadi majikannya dan bukan kebijakan resmi pemerintah Mesir," papar Marzuki.
Seperti diberitakan sebelumnya, tindakan elit politik dan aksi sekelompok mahasiswa di Jakarta terhadap krisis politik yang berlangsung di Mesir berakibat buruk terhadap WNI di Mesir. Kasus terbaru pengusiran terhadap Tri Mulyati dari tempatnya bekerja di Kairo.
Tri Mulyati, salah seorang istri mahasiswa RI di Mesir, mendadak diusir oleh majikan tempat dia bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris. Pengusiran terjadi ketika si majikan menyaksikan televisi setempat yang menyiarkan aksi unjuk rasa FSLDK-UI di Bundaran HI Jakarta yang menginjak-injak foto Presiden Hosni Mubarak.
(lh/nrl)










































