Pernyataan itu dilontarkan Umarov dalam video yang ditayangkan situs www.Kavkazcenter.com seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (8/2/2011).
Umarov (46) mencetuskan, serangan bom di Bandara Domodedovo di Moskow tersebut merupakan operasi khusus yang diarahkan terhadap warga Rusia dan Perdana Menteri Vladimir Putin.
"Kalian akan melihat operasi khusus semacam ini dilakukan atas perintah saya... Lebih banyak lagi operasi khusus akan dilakukan di masa depan," kata Umarov dalam rekaman video tersebut.
Aksi bom bunuh diri yang terjadi pada 24 Januari tersebut menewaskan 36 orang. Para penyidik Rusia telah menyimpulkan bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut adalah seorang pria muda dari kawasan Kaukasus.
Umarov memimpin sebuah kelompok bersenjata untuk menegakkan sebuah negara Islam di wilayah Kaukasus di utara Rusia. Pemberontak Chechnya sudah berperang dengan tentara Rusia dalam dua kali periode pertempuran sejak 1994.
Kelompok Umarov sebelumnya juga telah mengklaim bertanggungjawab atas serangkaian aksi serangan. Termasuk yang terjadi tahun lalu saat dua pengebom bunuh diri meledakkan sebuah jalur kereta bawah tanah Rusia dan menewaskan 40 orang.
(ita/nrl)











































