Mesir Kekurangan Tokoh Kharismatis Dalam Revolusinya

Mesir Kekurangan Tokoh Kharismatis Dalam Revolusinya

- detikNews
Selasa, 08 Feb 2011 06:15 WIB
Mesir Kekurangan Tokoh Kharismatis Dalam Revolusinya
Jakarta - Iran menilai ada yang kurang dari upaya revolusi di Mesir dan Tunisia, yaitu seorang pimpinan kharismatis. Padahal, faktor ketokohan bisa meredam jatuhnya korban jiwa, sebagaimana sukses dilakukan Iran.

"Kalau masalah kurang kepemimpinan, itu bisa diasumsikan demikian," kata Dubes Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh, dalam perbincangan dengan detikcom di kantornya, Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Senin (7/2/2011).

Menurut Farazandeh, Revolusi Iran berbeda dengan Mesir atau Tunisia. Yang membuat revolusi Iran unik adalah peran Imam Ayatullah Ali Khumaini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika pemerintah Iran mencoba memberikan janji-janji untuk menyerahkan kekuasaan. Khumaini bilang tidak. Shah Iran harus pergi," kata dia.

Adanya figur kharismatis membuat kedua pihak yang berhadapan, yaitu rakyat dan pemerintah saat itu tidak sampai berdarah-darah. Pihak militer pun respek dengan Khumaini.

"Militer menganggap Khumaini sebagai pimpinan tertinggi," jelas Farazandeh.

Lantas Khumaini menunjuk seorang Perdana Menteri untuk membentuk pemerintahan baru. Revolusi pun terjadi dengan damai.

"Tidak ada pertumpahan darah, dan setelah Revolusi Iran, belum ada lagi revolusi seperti ini," kata dia.

(fay/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads