Ke lima korban tersebut yaitu Purwanto, Maryamah, Nur Laili, Fitri Retno Ningsih dan Yulianingsih. Semuanya berada di kamar UGD RSUD Djodonegoro, Temanggung. "Enam lainnya masih belum dikenali," kata petugas UGD, Muslih kepada wartawan, di RSUD Djodonegoro, JaLan dr Sutomo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa, (8/2/2011).
Alhasil, suasana RSUD yang biasanya sepi kini berubah bak pasar malam. Puluhan orang silih berganti mendatangi ke RSUD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun 21 korban lainnya telah dirujuk ke berbagai rumah sakit terdekat. "Mereka meninggal terutama karena luka dada dan kepala yang tergencet oleh badan bus yang ringsek," tambah Muslih.
Kecelakaan maut ini bermula ketika bus Tri Sakti bernopol AA 1065 HD jurusan Semarang-Yogyakarta masuk jurang di Dusun Pingit, Kecamatan Pring Surat, Temanggung, Jawa Tengah. Menurut warga setempat yang menyaksikan kejadian naas tersebut, Rohmadi, (41), tiba-tiba saja bus besar itu oleng ke kiri hingga masuk ke jurang sedalam 20 meter.
(asp/mok)











































