Demikian disampaikan sumber keamanan Mesir seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (7/2/2011).
Belum jelas siapa yang berada di balik serangan tersebut. Juga belum jelas apakah serangan itu ada kaitannya dengan aksi demonstrasi antipemerintah yang terus melanda Mesir selama dua pekan ini.
Sebelumnya pada Sabtu, 5 Februari waktu setempat, sebua gereja Koptik di Rafah terbakar. Beberapa saksi mata menuturkan, terdengar ledakan di gereja tersebut.
Saat ini aksi demo antipemerintah di Mesir telah memasuki hari ke-14. Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Mesir Hosni Mubarak. Namun pemimpin yang telah berkuasa selama 30 tahun itu menolak untuk mundur secepatnya.
Mubarak menegaskan dirinya baru akan mundur setelah pemilihan presiden yang rencananya akan digelar pada September mendatang. Padahal para demonstran menginginkan Mubarak untuk mundur saat ini juga.
(ita/nrl)











































