Dijaga Ketat, Taiwan Mulai Penghitungan Ulang Hasil Pemilu
Senin, 10 Mei 2004 15:08 WIB
Jakarta -
Taiwan memulai penghitungan ulang suara hasil pemilihan presiden yang digelar Maret lalu. Dalam pemungutan suara itu, Presiden Chen Shui-bian meraih kemenangan tipis. Total 16,5 juta kartu suara akan diperiksa ulang di bawah pengawasan Pengadilan Tinggi Taiwan. Penghitungan ulang ini dilakukan dengan pengamanan yang sangat ketat. Sekitar 480 tim yang masing-masing terdiri dari tujuh atau delapan hakim, pengacara dan perwakilan dari Partai Progresif Demokrasi pimpinan Presiden Chen serta kelompok oposisi yang dipimpin partai Kuomintang (KMT) bergabung dalam penghitungan ulang itu.Tempat-tempat penghitungan ulang dijaga ketat oleh aparat polisi dan petugas pemilihan. Proses berlangsungnya penghitungan ulang tertutup untuk umum. Demikian seperti diberitakan AFP, Senin (10/5/2004).Sesuai aturan pemilu Taiwan, Chen merupakan pemenang kecuali jika penghitungan ulang membuktikan bahwa lawannya dari KMT, Lien Chan memenangkan perebutan suara.Pada pemilihan umum 20 Maret lalu, Chen kembali memenangkan perolehan suara dengan hanya unggul 30 ribu suara atau sekitar 0,22 persen dibandingkan rivalnya, Lien Chan. Kemenangan ini terjadi menyusul insiden penembakan dirinya dan wakil presiden (wapres) Annette Lu pada malam sebelum pemilihan digelar. Kubu oposisi menuding insiden penembakan tersebut telah mendorong kemenangan Chen."Apa yang kita lakukan hari ini bukan untuk satu individu atau partai namun untuk demokrasi dan sistem yang adil dan fair," tukas ketua KMT, Lien Chan.Presiden Chen terpaksa memenuhi tuntutan oposisi untuk mengadakan penghitungan ulang suara. Ini sebagai upaya mencegah aksi protes massal atas kemenangannya, juga untuk menepis tuduhan bahwa penembakan dirinya dan wapres merupakan kesengajaan.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































