"Terhitung dari pukul 05.00 sampai 10.00 WIB ada 8 PPD P46 yang dikandangkan karena bandel beroperasi," kata Komandan Regu I Sudin Perhubungan Jakarta Timur Slamet Dahlan saat dihubungi detikcom, Senin (7/2/2011).
Seluruh armada yang terpergok beroperasi tersebut diketahui ketika melintas di kawasan UKI Cawang, Jakarta Timur. Petugas yang sebelumnya telah memberi toleransi batas waktu beroperasi sampai dengan hari ini menilang bus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan melanjutkan, alasan mayoritas sopir dan kernet bus memilih tetap beroperasi karena tidak mengetahui jika trayek yang biasa mereka lalui sudah dibekukan.
"Alasannya enggak berubah, mereka ngaku enggak ada pemberitahuan dari pihak pengelola bus. Padahal, kita sudah beritahukan jauh-jauh hari sebelum dibekukan," katanya.
Bus yang dikandangkan langsung dibawa ke dua dua pool PPD, yaitu di Rawa Buaya dan Pulo Gebang. "Operasi masih terus dilakukan sampai benar-benar bus yang sudah dibekukan trayeknya tidak beroperasi lagi," ujar Dahlan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus 9 trayek bus yang bersinggungan dengan rute busway Koridor IX. Sembilan trayek bus yang dihapus itu yakni, 3 trayek PPD dan 6 trayek Mayasari Bakti dengan jumlah keseluruhan bus mencapai 189 bus.
Untuk trayek PPD, rute yang dicabut atau dialihkan antara lain, PAC 13 jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke, PPD 45 jurusan Kampung Rambutan-Grogol, dan P37 jurusan Blok M-Muara Angke.
Sedangkan untuk trayek Mayasari Bakti antara lain, P6B jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke, PAC74 jurusan Kampung Rambutan-Tangeqarang, P6 jurusan Cililitan-Grogol, P39 jurusan Grogol-Bekasi, P6A jurusan Kampung Rambutan-Kalideres, dan PAC26 jurusan Grogol-Bekasi.
(ahy/nwk)











































