"Saya ingin tegaskan. Jangan terlalu banyak fitnah di negeri ini," kata Patrialis di Kanwil Kemenkum HAM Jateng, Jl Dr Cipto, Semarang, Senin (7/2/2011).
Patrialis mengatakan, begitu mendapatkan informasi Satgas melakukan sidak, dia pun langsung menghubungi Satgas. "Mendengar isu itu, saya langsung kroscek ke Satgas. Ada apa lagi ini, kok penjara lagi (yang dimasalahkan)," imbuh Patrialis.
Dari hasil kroscek itu, Patrialis mengakui Sjahril memang berobat keluar LP setelah mendapat rekomendasi dokter Polri dan ahli. Saat Satgas mengecek, yang bersangkutan pun benar-benar berada di RS Abdi Waluyo, Menteng.
"Kualifikasi dokternya kan bukan dari kita, tapi dari pihak luar," jelasnya tanpa merinci kapan dan berapa kali Sjahril keluar dari LP Cipinang.
Politisi PAN ini tampak gemas dengan isu seputar keluarnya beberapa tahanan atau napi dari LP Cipinang. Seolah-olah, pihak LP salah. Padahal, keluarnya sejumlah tahanan dari LP Cipinang termasuk Sjahril Djohan, dilakukan secara prosedural.
"Jadi, kalau prosedur itu ditempuh, ya bisa saja semua melakukan (keluar LP)," tegas Patrialis.
Patrialis menegaskan, kasus-kasus keluarnya tahanan atau napi tanpa alasan jelas, tidak ada lagi. Dia berjanji tidak akan ada pelanggaran hukum di LP.
Patrialis berada di Semarang untuk meresmikan Pelayanan Hukum Keliling (Pelaling) dan menyerahkan mangrove kepada 5 perwakilan, diantaranya PT Holchim, LP Nusakambangan, Dinas Kehutanan, dan lain-lain. Dia juga dijadwalkan memberi pengarahan kepada jajaran Kemenkum HAM Jateng.
(try/fay)











































