Saatnya RI Dikelola Secara Rasional, SBY Imbau TNI Netral

Saatnya RI Dikelola Secara Rasional, SBY Imbau TNI Netral

- detikNews
Senin, 10 Mei 2004 13:09 WIB
Jakarta - Capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato politiknya mengimbau TNI tetap netral, profesional dan tidak berpolitik praktis."Pertemuan ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan perubahan masyarakat Indonesia yang lebih baik karena ini amanat konstitusi. Kami mengimbau TNI netral, profesional dan tidak berpolitik praktis," kata Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato politiknya dalam deklarasi duet SBY-Kalla di Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (10/5/2004). Dalam kesempatan itu, SBY yang juga mantan Menko Polkam ini mengatakan akan mendaftarkan pencalonan dirinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Kami terpanggil untuk berkompetisi dalam pemilihan presiden dan wakil presiden dalam pemilu mendatang. Apa yang diberikan negara pada kami akan kami sumbangkan untuk mengatasi masalah bangsa. Siang ini juga kami akan sampaikan ke KPU," ujarnya. SBY menyambut baik kesepakatan tiga parpol yang mendukung duet SBY-Kalla."Kami memberikan apresiasi kepada tiga parpol yakni Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang telah memberikan kesempatan kepada kami. Visi dan wawasan kebangsaan yang dimiliki tiga parpol ini telah menjadi energi tersendiri dalam langkah kami," ungkap SBY.SBY menyakini masyarakat telah terbiasa untuk melakukan proses politik yang damai, yang menolak cara kekerasan dan yang secara bebas menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani."Masyarakat juga akan menghindari cara-cara kotor, fitnah dan adu domba.Kita berharap putra-putri yang tampil sebagai pemenang dalam pemilu mampu menangkap aspirasi rakyat dan memiliki solusi serta mampu menyelesaikan masalah. Sudah saatnya bangsa ini dikelola secara profesional, rasional dan institusional, bukan secara irasional, personal maupun simbolik," kata SBY.Bukan AsesorisSementara itu, cawapres Partai Demokrat Yusuf Kalla dalam pidatonya mengatakan pencalonan dirinya bukan sebagai pelengkap dan asesoris demokrasi, tetapi untuk perubahan ke arah yang lebih baik."Saya satu-satunya putra bangsa yang berasal dari luar Jawa. Saya memiliki banyak perbedaan dan persamaan dengan Pak Susilo Bambang Yudhoyono. Kami sama-sama mempunyai dasar pemikiran yang sama dan niat keikhlasan yang sama tetapi kami berbeda latar belakang. Dia dari Jawa dan saya dilahirkan di Bugis. Dia karir di militer dan saya menggeluti dunia bisnis tetapi perbedaaan ini tidak menjadi masalah," kata Kalla. (aan/)


Berita Terkait