"Ya hari ini mulai penilangan, kita akan tilang kalau masih ada yang melanggar," ujar Kadishub DKI Udar Pristono, saat dihubungi Senin (7/2/2011).
Pris, begitu biasanya dia disapa, mengatakan, sebaiknya masalah penghapusan 9 trayek ini tidak lagi dijadikan polemik. Karena, itu hasil komitmen bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penghapusan 9 trayek tersebut, Pris mengklaim kemacetan di sepanjang jalan yang bersinggungan dengan koridor tersebut relatif lebih lancar. Pris yakin apa yang telah jauh-jauh di sosialisasikan ini, bisa berjalan semakin baik ke depannya.
"Hari ini relatif bersih, paling satu dua yang masih melintas. Saya juga mendapat laporan kemacetan di jalur tersebut, sedikit kurang," klaim Pris.
"Dan saya rasa ini kan sudah disosialisasikan dari jauh-jauh hari saat pembangunan busway mulai direncanakan. Kalau keluhan untuk penghapusan, mudah-mudah sudah tidak ada lagi, karena sekali lagi ini sudah komitmen," tandasnya.
Sebelumnya, penghapusan 9 trayek ini sudah dilakukan sejak 1 Februari 2011 oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Untuk trayek PPD, rute yang dicabut atau dialihkan antara lain, PAC 13 jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke, PPD 46 jurusan Kampung Rambutan-Grogol, dan P37 jurusan Blok M-Muara Angke.
Sedangkan untuk trayek Mayasari Bakti antara lain, P6B jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke, PAC74 jurusan Kampung Rambutan-Tangerang, P6 jurusan Cililitan-Grogol, P39 jurusan
Grogol-Bekasi, P6A jurusan Kampung Rambutan-Kalideres, dan PAC26.
(lia/nwk)











































