"Tim KPK sudah memikirkan itu, tapi tentunya apa yang harus dilakukan KPK belum bisa menjadi konsumsi publik," ujar Pimpinan KPK M Jasin dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/2/2011).
Wakil ketua KPK Bidang Pencegahan ini mengatakan, informasi seperti yang diberikan oleh Fahmi sudah sering diterima KPK. Namun sekali lagi, Jasin menolak membeberkan terobosan apa yang akan dilakukan KPK untuk dapat menemukan dan memeriksa Nunun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam jumpa pers yang digelar Fahmi Idris di kediamannya di Jl Mampang Prapatan IV No 20, Jakarta Selatan, Minggu (6/2/2011), Fahmi menunjukkan bukti paspor Nunun yang berada dalam bentuk gambar dan tersimpan di dalam ponselnya.
"Ini dapat dari teman saya, saya khawatir Nunun akan ganti nama. Imigrasi harus waspada dan berkoordinasi dengan imigrasi Thailand. Dari sini sudah ketahuan bahwa Nunun bermaksud menghindar," kata Fahmi seraya menunjukan foto paspor yang tercantum atas nama Nunun Nurbaeti.
Nunun Nurbaeti adalah orang yang disinyalir sebagai penyebar cek pelawat terhadap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004. Namun sampai saat ini dia tak juga dapat dihadirkan ke hadapan penyidik KPK dengan alasan sakit lupa akut.
Karena melayangkan izin sakit tiap kali absen menjalani pemeriksaan, KPK selalu dapat memaklumi absennya Nunun, meski keberadaanya juga belum dapat diketahui secara pasti.
(fjr/lrn)











































