Oleh karenanya, Setara kembali mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Menteri Agama Suryadharma Ali.
"Menteri Agama Suryadharma Ali yang nyaris tidak melakukan tindakan dan prakarsa apapun yang kondusif atas ratusan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan di Indonesia," kata Ketua Setara Institute, Hendardi, lewat rilis kepada detikcom, Senin (7/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Hendardi, pihaknya juga mendesak Presiden untuk memerintahkan Kapolri memberikan jaminan keamanan kepada jemaat Ahmadiyah, menangkap dan memproses secara hukum pelaku-pelaku kekerasan, dan memeriksa Kapolres Pandeglang akibat kegagalannya memberikan perlindungan dan membiarkan aksi kekerasan terjadi.
"Juga memerintahkan kepada Menkopolhukam Djoko Suyanto untuk memimpin langsung penanganan berbagai kekerasan dan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan secara komprehensif termasuk menyusun aksi nasional yang kondusif bagi jaminan kebebasan beragama/ berkeyakinan," kata Hendardi.
Hendardi mengatakan, aksi kekerasan terus berlanjut akibat ketundukan aparat Polri pada organisasi-organisasi Islam garis keras tanpa mau mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang melakukan aksi kekerasan.
"Pembiaran terus menerus terhadap aksi kekerasan telah mempertebal impunitas pelaku kekerasan dan melahirkan preseden buruk bahwa seolah-olah tindakan apapun terhadap Ahmadiyah dapat dibenarkan. Apapun alasannya kekerasan adalah tindakan kriminal yang harus ditindak dan diproses secara hukum," kata dia.
(lrn/fjr)











































