Cegah Insiden Ahmadiyah Terulang, SKB 2 Menteri Dievaluasi

Cegah Insiden Ahmadiyah Terulang, SKB 2 Menteri Dievaluasi

- detikNews
Senin, 07 Feb 2011 02:15 WIB
Jakarta - Pemerintah tidak mau insiden penyerangan Ahmadiyah kembali terulang. Untuk itu, pemerintah akan mengevaluasi Surat Keputusan Bersama 2 menteri dan Jaksa Agung terkait Ahmadiyah.
 
"Dalam waktu dekat akan dievaluasi mendalam. Tidak hanya SKB, tapi hal-hal lain yang mendasar, alternatif lain kemungkinan ada, tapi tidak disebutkan spesifik agar tidak terjadi perbuatan terulang," papar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi

Hal tersebut disampaikkannya usai rapat terbatas di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (6/2/2011) malam.
 
Evaluasi tersebut akan dilakukan Gamawan, Menteri Agama Suryadharma Ali dan Jaksa Agung Basrief Arief. Namun Gamawan menolak menjelaskan lebih jauh mengenai ke arah mana kemungkinan revisi pada SKB tersebut.

"Akan dievaluasi tapi tidak bisa disebutkan secara terperinci," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam tujuh poin yang dicetuskan dalam rapat terbatas di Kemenkopohukam Minggu malam, pada poin nomor 5 disebutkan, "Kepada Menteri Agama, Mendagri dan Jaksa agung segera melakukan evaluasi yang mendasar terhadap setiap permasalahan Ahmadiyah, agar tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari."

Dalam penyerbuan di Cikeusik, Pandeglang, tiga jamaah Ahmadiyah tewas. Seperti diutarakan dari pihak Ahmadiyah mereka yang tewas yaitu Mulyadi, Tarno dan Roni. Mulyadi adalah warga setempat atau tuan rumah, sedangkan Roni adalah jemaah yang datang dari Jakarta.

Berdasarkan data dari Mabes Polri sampai malam ini, ada enam jamaah yang mengalami luka berat. Mereka antara lain menderita luka bacok di kepala, patah tangan, luka bacok di punggung, dan pendarahan di mulut dan hidung. Korban tewas dan luka kini berada di RS Malingping.
(fjr/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait