Kapolri: Pergerakan Ahmadiyah Mendadak, Tidak Kami Ketahui

Kapolri: Pergerakan Ahmadiyah Mendadak, Tidak Kami Ketahui

- detikNews
Minggu, 06 Feb 2011 23:00 WIB
Kapolri: Pergerakan Ahmadiyah Mendadak, Tidak Kami Ketahui
Jakarta - Kapolri Jenderal Timur Pradopo menolak tudingan pihaknya tidak melakukan antisipasi awal terhadap insiden penyerangan Ahmdadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Timur mengakui pihaknya sudah melakukan antisipasi, namun polisi tetap kecolongan.

Timur mengatakan, kepolisian telah membaca ada pergerakan massa Ahmadiyah di Cikeusik sejak Kamis (4/1/2011) lalu. Kegiatan massa, yang tidak disebut secara spesifik oleh Timur, tersebut dipimpin oleh pimpinan Ahmadiyah Cikeusik, Ismail Suparman.

"Karena masyarakat tidak menerima, kami jemput Ismail Suparman untuk dilindungi Polres setempat," papar Timur dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Minggu (6/1/2011) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun langkah yang diambil kepolisian tersebut, lanjut Timur, belakangan disadari tidak sepeunuhnya efektif untuk meredakan konflik yang ada. Pasalnya pada Minggu pagi tadi, ada pergerakan massa Ahmadiyah dari Bekasi, yang tidak dapat dideteksi oleh kepolisian.

Rombongan dari Bekasi tersebut berjumlah 15 orang, dan menempati rumah tempat kegiatan Ahmadiyah, yang biasa ditempati oleh Ismael Suparman. Timur mengatakan, kedatangan 15 orang tersebut itulah yang memicu kemarahan warga sekitar kepada kelompok Ahmadiyah.

"Pergerakan dari Bekasi itu mendadak dan tidak kami ketahui. Dipimpin oleh Deden, yang mengatasnakaman dari Ahmadiyah pusat. Mereka mencoba mempertahankan rumah yang biasa digunakan untuk kegiatan Ahmadiyah," ujar Timur.

"Sebanyak 1500 orang dari warga sekitar telah menanti di luar. Kondisi menjadi tidak kondusif dan kami sudah berusaha keras untuk mengatasi keadaan," sambur Mantan Kapolda Metro Jaya ini.

(fjr/lrn)


Berita Terkait