Timur mengatakan, kepolisian telah membaca ada pergerakan massa Ahmadiyah di Cikeusik sejak Kamis (4/1/2011) lalu. Kegiatan massa, yang tidak disebut secara spesifik oleh Timur, tersebut dipimpin oleh pimpinan Ahmadiyah Cikeusik, Ismail Suparman.
"Karena masyarakat tidak menerima, kami jemput Ismail Suparman untuk dilindungi Polres setempat," papar Timur dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Minggu (6/1/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rombongan dari Bekasi tersebut berjumlah 15 orang, dan menempati rumah tempat kegiatan Ahmadiyah, yang biasa ditempati oleh Ismael Suparman. Timur mengatakan, kedatangan 15 orang tersebut itulah yang memicu kemarahan warga sekitar kepada kelompok Ahmadiyah.
"Pergerakan dari Bekasi itu mendadak dan tidak kami ketahui. Dipimpin oleh Deden, yang mengatasnakaman dari Ahmadiyah pusat. Mereka mencoba mempertahankan rumah yang biasa digunakan untuk kegiatan Ahmadiyah," ujar Timur.
"Sebanyak 1500 orang dari warga sekitar telah menanti di luar. Kondisi menjadi tidak kondusif dan kami sudah berusaha keras untuk mengatasi keadaan," sambur Mantan Kapolda Metro Jaya ini.
(fjr/lrn)











































