Fahmi Idris Klaim Punya Bukti Nunun Berada di Thailand dan Singapura

Fahmi Idris Klaim Punya Bukti Nunun Berada di Thailand dan Singapura

- detikNews
Minggu, 06 Feb 2011 18:55 WIB
Jakarta - Fahmi Idris mengklaim memiliki bukti keberadaan Nunun di luar negeri selama Februari hingga Juni 2010. Politisi Golkar sekaligus mantan Menteri Perindustrian ini khawatir jika Nunun bermaksud menghindar dari kasus DGS BI dan mengganti nama.

Dalam jumpa pers yang digelar Fahmi Idris di kediamannya di Jl Mampang Prapatan IV No 20, Jakarta Selatan, Minggu (6/2/2011), Fahmi menunjukan bukti paspor Nunun yang berada dalam bentuk gambar dan tersimpan di dalam ponsel-nya.

"Ini dapat dari teman saya, saya khawatir Nunun akan ganti nama. Imigrasi harus waspada dan berkoordinasi dengan imigrasi Thailand. Dari sini sudah ketahuan bahwa Nunun bermaksud menghindar," kata Fahmi seraya menunjukan foto paspor yang tercantum atas nama Nunun Nurbaeti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto pertama terlihat halaman pertama paspor yang menunjukan data pemilik paspor, Nunun Nurbaeti, lengkap dengan foto yang ada di sebelah kiri atas halaman paspor. Sementara paspor tersebut memiliki massa kadaluarsa 11 November 2014.

Foto kedua, masih merupakan gambar dalam ponsel, terlihat cap kedatangan dan keberangkatan imigrasi. Belum diketahui apakah gambar satu dengan lainnya saling terkait atau tidak.

Dalam foto itu, tertera cap kedatangan di Bangkok 16 Mei 2010 serta 14 Juni 2010. Thailand. Selain itu, ditanggal 23 Februari 2010 dan 6 Mei 2010 tertera pula cap kedatangan di Singapura.

Selain itu, informasi yang menguatkan keberadaan Nunun di Bangkok dia dapatkan dari seorang rekannya yang tengah berada di negara tersebut.

"Teman saya sempat bertemu Nunun di suatu ruang publik di Bangkok," kata Fahmi seraya menyembunyikan nama yang dimaksudnya itu.

Kondisi Nunun yang sebelumnya dikatakan sehat walafiat juga didapatkan dari seorang rekannya.

"Profesor yang saya tidak mau sebut namanya, dia mengatakan Nunun hanya stress saja dan bukan berarti hilang ingatan. Itu keterangan seorang ahli syaraf top. Kebetulan itu teman saya," tandas Fahmi.

(ahy/fay)


Berita Terkait