"Saya sesalkan Denny (Denny Indrayana) dan Ota (Mas Achmad Santosa) datang ke sini malam-malam, mengganggu pasien dan klien saya," tukas Hotma usai menjenguk Sjahril di RS Abdi Waluyo, Jl HOS Cokroaminoto, Jakarta, Minggu (6/2/2011).
Hotma lebih lanjut mencecar Denny dan Ota yang disebutnya asal menuduh terhadap kliennya itu. "Curiga boleh, tapi jangan menuduh. Jangan kira dia masuk ke sini, terus punya niat untuk pulang," kata Hotma berapi-api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini sudah terlihat dari sejak saya jemput dia di Singapura dulu sebelum persidangan. Dia sudah pendarahan," kata Hotma.
Hotma pun membantah tuduhan kalau kliennya pergi ke Singapura. Kondisi kesehatan Sjahril tidak memungkinkan untuk itu.
"Tidak ada dia pergi ke Singapura. Kalau ada dia keluar, dia bisa mati di jalan," cetus Hotma.
Hotma menjenguk Sjahril sejak pukul 12.30-13.30 WIB. Sebelumnya, Sjahril Djohan dirujuk oleh RS Polri Kramat Jati untuk melakukan kontrol ke RS Abdi Waluyo tanggal 28 Januari 2011. Sejak tanggal itu, ia dirawat di ruang Kirana RS Abdi Waluyo hingga saat ini atas dasar surat Prof Dr Yusuf Misbach.
(fay/gun)











































