"Itu terserah dari masing-masing sekolah dan bebas memilih buku yang mana. Tapi kalau dipilih, lolos ojo diseneni (jangan dimarahi)," kata M Nuh kepada wartawan saat mengunjungi penerima beasiswa Misi di kawasan Ngagel, Surabaya, Minggu (6/2/2011).
Selain itu, mantan rektor ITS Surabaya ini juga menampik jika buku tersebut dibagikan. Kata dia, buku itu diberikan ke sekolah dan ditaruh di perpustakaan sekolah yang sudah melalui rangkaian seleksi dan lolos pada 2009 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nuh, buku soal SBY memiliki nilai positif dan harus disikapi dengan pemilkiran jernih dan bukan dari perspektif politis. "Saya kira ini ada Presiden, anak Pacitan, terpilih dua kali lagi (menjadi Presiden). Ini kan pasti ada positifnya. Itu yang ingin ditunjukkan dalam buku itu," katanya
Ia juga menambahkan buku tersebut merupakan buku pengayaan yang mengandung wawasan dan motivasi. Ia membantah jika buku yang terdiri dari 10 judul itu bermuatan politik.
Sepuluh buku itu antara lain, 'Lebih Dekat dengan SBY - Jalan Panjang Menuju Istana', 'Lebih Dekat dengan SBY - Merangkai Kata Menguntai Nada', 'Lebih Dekat dengan SBY - Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil', dan 'Lebih Dekat dengan SBY - Jendela Hati'.
(bdh/fay)











































