Pemilihan Presiden Filipina Digelar, 16 Orang Tewas
Senin, 10 Mei 2004 10:25 WIB
Jakarta - Hari ini pemilihan presiden Filipina digelar. Seperti pemilihan-pemilihan terdahulu, momen penting ini di negara Asia Tenggara tersebut selalu diwarnai peristiwa kekerasan yang timbul dari para pendukung bersenjata tokoh-tokoh politik lokal dan gerakan komunis yang mendapatkan uang dari para kandidat.Otoritas Filipina melaporkan bahwa 16 orang lagi tewas dalam kekerasan terkait pemilu, beberapa saat sebelum pemungutan suara dimulai di seluruh negara. Sehingga kini total korban tewas selama masa kampanye mencapai lebih dari 100 orang.Pasukan keamanan menembak hingga tewas tujuh pria bersenjata yang bekerja sebagai penggerak pemilu untuk kandidat lokal di pulau Masbate. Aparat juga menemukan gudang senjata. Demikian statemen kepolisian Filipina seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/5/2004).Seorang manajer kampanye untuk kandidat gubernur juga tewas tertembak di Daanbatayan, pulau Cebu, Senin subuh waktu setempat. Dua pekerja kampanye terbunuh di ibukota Manila, Minggu (9/5/2004) larut malam dalam serangan granat. Dan enam pekerja kampanye lainnya tewas dalam dua serangan di provinsi Zamboanga del Norte, Filipina selatan. Demikian disampaikan komandan militer setempat Brigjen Alexander Yapching.Berdasarkan total angka yang dirilis pemerintah, sedikitnya 104 orang telah terbunuh selama masa tiga bulan kampanye kepresidenan, wakil presiden, parlemen dan pemilihan lokal ini.Sekitar 43,5 juta rakyat Filipina hari ini memilih siapa yang akan memimpin negara tersebut enam tahun ke depan. Namun dari beberapa jajak pendapat yang telah dilakukan, Presiden Gloria Macapagal-Arroyo kemungkinan akan kembali memenangkan pemilihan.Presiden Arroyo akan bersaing dengan empat kandidat lainnya: mantan aktor beken Fernando Poe Junior, senator Panfilo Lacson (mantan kepala kepolisian negara), penginjil Eddie Cruz Villanueva, dan mantan Menteri Pendidikan Raul S Roco. Hari ini rakyat Filipina juga memilih wakil presiden, senator, anggota DPR Filipina dan wali kota serta perwakilan rakyat di 73 provinsi di Filipina yang berpenduduk 82 juta jiwa. Sekitar 230 ribu pasukan keamanan dikerahkan di seluruh negeri untuk mengamankan jalannya pemilu.
(ita/)











































