Kalapas Cipinang Bantah Sjahril Djohan Pernah ke Singapura

Kalapas Cipinang Bantah Sjahril Djohan Pernah ke Singapura

- detikNews
Minggu, 06 Feb 2011 06:37 WIB
Jakarta - Kalapas Cipinang Wayan Sukerta membantah rumor terpidana Sjahril Djohan pernah ke luar tahanan dan pergi ke Singapura. Selama sakit, Sjahril selalu di RS Abdi Waluyo dan dalam pengawasan dokter.

"Memang dirawat di RS Abdi Waluyo, kalau ke Singapura, nggak bisa," kata Wayan saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (6/2/2011) dinihari.

Menurut Wayan, Sjahril tidak lama lagi akan segera habis masa hukumannya. Sebab, terpidana kasus mafia hukum tersebut hanya divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim.

"Itu tidak terlalu lama lagi," tegasnya.

Kabar kepergian Sjahril ke Singapura beredar sejak Sabtu siang. Entah berhubungan atau tidak, Sabtu malam Satgas Pemberantasan Mafia Hukum tiba-tiba melakukan sidak ke RS Abdi Waluyo dan LP Cipinang untuk memeriksa keberadaan Sjahril Djohan.

Namun, dari hasil pemeriksaan, Sjahril diketahui masih di RS Abdi Waluyo. Surat izin perawatan di rumah sakit pun dinilai tak ada masalah.

"Berawal dari laporan ke Satgas tentang keluarnya beberapa napi termasuk Sjahril Djohan. Atas dasar itu Satgas melakukan pengecekan ke lapangan," kata anggota Satgas, Mas Achmad Santosa.

"Secara administratif semua persyaratan dipenuhi," sambungnya.

Sjahril Djohan memang sudah tak berada di tahanan sejak 27 Januari 2011. Terpidana kasus suap PT SAL tersebut harus menjalani perawatan di RS Abdi Waluyo karena penyakit saraf di punggung.

Sjahril sebelumnya divonis bersalah atas kasus suap PT Salmah Arowana Lestari (SAL) selama 1 tahun 6 bulan penjara. Vonis tersebut lebih ringan 6 bulan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut mantan diplomat ini dihukum 2 tahun.
(mad/mad)


Berita Terkait