Demikian disampaikan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di sela-sela pertemuan ke-29 Committee on Fisheries/COFI atau Komite Perikanan FAO di Roma, Italia (31/1 β 4/2/2011).
Sebagaimana dituturkan Sekretaris III Multilateral/Politik KBRI Roma Danny Rahdiansyah kepada detikcom, dalam isu perlindungan pelampung data di laut lepas ini delegasi Indonesia diajak oleh delegasi AS untuk menjadi co-sponsor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ple, pelampung data di laut lepas sering mengalami kerusakan secara sengaja maupun tidak sengaja akibat tindakan penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai akibat dari kerusakan tersebut, maka pelampung data tidak dapat lagi berfungsi mengumpulkan data untuk keperluan deteksi dini tsunami, cuaca, kondisi laut, dan lain-lain.
Sementara itu Dr. Achmad Poernomo mengatakan, bahwa sebagai negara yang rentan terhadap Tsunami, Indonesia sangat berkepentingan untuk melindungi keberadaan pelampung data di laut lepas.
Sebagai salah satu mekanisme penguatan kerjasama di bidang perlindungan pelampung data, Poernomo menekankan pentingnya peningkatan kesadaran kepada kalangan nelayan mengenai pelampung data, agar mereka tidak melakukan pengerusakan.
Disampaikan juga bahwa sejauh ini telah banyak kerjasama Indonesia-AS di bidang kelautan dan perikanan yang saling menguntungkan, termasuk pemasangan sejumlah pelampung data di beberapa perairan Indonesia.
Selain bekerjasama dengan delegasi AS, delegasi Indonesia juga direncanakan akan menyelenggarakan side event tersendiri bertema peran Indonesia dalam isu-isu kelautan.
Side event ini mencakup tindaklanjut World Ocean Conference 2009, Coral Triange Initiatives (Manado), dan implementasi kerangka aksi regional untuk mempromosikan aktivitas perikanan yang bertanggung jawab. (es/es)











































