Selain menewaskan seorang tentara Thai, empat tentara Thai lainnya terluka dalam insiden yang terjadi pada Sabtu, 5 Februari sekitar pukul 06.15 waktu setempat. Demikian disampaikan juru bicara militer Thai Kolonel Sansern Kaewkamnerd.
"Ada penembakan pagi ini. Kami tak ingin berbicara mengenai siapa yang memulainya dan mengapa karena kami belum mendapat semua faktanya," ujar Sansern seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (5/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baku tembak di sekitar wilayah sengketa Kuil Preah Vihear tersebut berlangsung sekitar 25 menit. Ini merupakan aksi baku tembak kedua sejak insiden kontak senjata pada Jumat, 4 Februari kemarin yang menewaskan dua tentara Kamboja dan seorang warga desa Thai. Dalam insiden itu, sekitar 3 ribu warga sipil Thailand terpaksa diungsikan selama baku tembak terjadi.
Baik Thailand dan Kamboja saling menuduh satu sama lain sebagai pihak yang memulai pertempuran. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Chhum Socheat mengatakan, empat tentara Kamboja telah terluka dan empat tentara Thailand telah ditangkap dalam pertempuran yang berlangsung selama hampir tiga jam itu.
Daerah sekitar candi kuno tersebut telah lama diklaim oleh kedua belah pihak. Pemerintah Kamboja berencana untuk mengadu ke PBB atas apa yang disebutnya sebagai "invasi Thailand".
"Kami akan mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB pada Sabtu," kata Socheat.
(ita/ita)











































