"KBRI sudah menyiapkan makanan berupa mie dan makanan kaleng yang disebarkan melalui jalur kekeluargaan, misalnya mahasiswa asal Jawa Barat, Jatim, dan lainnya," kata Samsul Ardika yang tengah menempuh S2 di Universitas Al Azhar Kairo saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/2/2011).
Namun dia mengakui, ada beberapa mahasiswa Indonesia yang kekurangan. Hal ini disebabkan karena stok pangan tidak sebanyak seperti biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mie dan makanan kaleng dibawa dari Indonesia bersamaan dengan pesawat untuk evakuasi. KBRI sempat kesulitan untuk mendistribusikan bahan pangan itu karena ketatnya penjagaan dari militer.
"Jadi untuk teman-teman kita suplai kebutuhannya. Sejauh ini keadaan sudah berangsur normal, tidak ada penjarahan, ATM sudah berfungsi, namun memang masih ada sejumlah titik rawan, sehingga ada jam malam," terangnya.
Dia juga menjelaskan, tim dari KBRI masih melakukan penjemputan atas sejumlah WNI yang berada di luar kota. Rencananya akan dievakuasi setelah pesawat datang.
"Ada 420 orang lagi yang akan dibawa ke Indonesia. Dan yang sudah dievakuasi ke Indonesia ada 850," tutup Samsul yang sudah 2 tahun tinggal di Mesir ini.
(ndr/ken)











































