"Justru kami balik bertanya, dulu kan Ketua Umum kami yang dituding mafia pajak, lha sekarang kita mau buka-bukaan kok malah banyak yang mundur. Ini kenapa?" tanya Priyo.
Hal itu disampaikan Priyo usai pemakaman Adjie Massaid di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita buka-bukaan di depan publik tidak ada masalah sedahsyat itu. Golkar ingin tunjukkan Pak Ical clear sebenarnya," kata Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR ini.
Menurut Priyo, jika memang ingin membongkar habis-habisan tentang mafia pajak, jawabannya memang hak angket. Karena menurutnya, mekanisme panja tidak mungkin bisa tembus dan menguak soal mafia pajak.
"Kami ingin buka semua lini termasuk mafia pajak dibongkar habis-habisan, ya lewat angket ini. Mekanisme panja tidak akan tidak mampu karena sektoral dan kewenangannya terbatas," kata Priyo.
Priyo mengatakan, dengan hak anget ini, DPR dapat mengundang semua pihak termasuk pejabat manapun untuk dimintai keterangan perihal persoalan ini. Hal itu, semestinya tidak perlu dikhawatirkan jika memang merasa bersih.
Lalu kenapa banyak yang mundur? "Tapi saya balik bertanya, kok teman-teman lain jadi berpaling dari ide yang bagus ini. Ini cukup aneh," lanjut Priyo.
Sejumlah fraksi memang menarik dukungannya terhadap hak angket mafia pajak. Salah satunya adalah Fraksi Partai Demokrat (FPD). Meski mundur, FPD menangkis keras bila penarikan dukungan itu karena takut. (ken/ndr)











































