KPK Didesak Segera Tangkap Pihak Penyuap

Cek Perjalanan DGS BI

KPK Didesak Segera Tangkap Pihak Penyuap

- detikNews
Sabtu, 05 Feb 2011 13:08 WIB
KPK Didesak Segera Tangkap Pihak Penyuap
Jakarta - Semua politisi senior yang menjadi tersangka penerima suap pemilihan Dewan Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia telah ditahan KPK. Agar kasus tersebut tidak terus menerus dipolitisir yang sangat menyerang KPK, maka lembaga hukum tersebut harus secepatnya menangkap dan menahan pihak penyuap.

"KPK harus segera menangkap penyuapnya," kata staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, usai diskusi di restoran Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (4/2/2011).

Menurutnya KPK harus punya nyali untuk menangkap pelaku suap aliran dana BI tersebut. "Kalau KPK takut, ya habis sudah," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Asep, penolakan DPR terhadap Bibit-Chandra beberapa waktu lalu bukan semata-mata lantaran keduanya terkait kasus hukum kasus Bank Century. Melainkan sebagai aksi 'balas dendam' lantaran banyak anggota DPR atau yang sudah mantan ditahan KPK terkait kasus DGS BI ini.

"Lebih karena anggota partainya ditangkapi. Penolakan untuk menunjukkan mereka (politisi) punya
kekuasaan, ini aksi kekanak-kanakan," kecam Asep.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Formappi Sebastian Salang. Poin utama yang ingin disampaikan DPR menurutnya adalah 'pembalasan' terhadap KPK.

"Subtansi yang ingin dicari DPR memanggil DPR bukan Bitchan, tapi mereka ingin mengetahui bagaimana proses kerja KPK yang sudah menghukum politisi sementara pemberi suap tidak ditentukan," kata Sebastian.

Namun menurut Sebastian, KPK bisa menjelaskan di pertemuan itu, mestinya digunakan DPR untuk menggali apa yang sebetulnya terjadi. Ini juga untuk menjawab kecurigaan publik terhadap KPK yang dianggap tebang pilih.

"Agar KPK bebas tuduhan prioritas penahanan terhadap politisi. Karena yang dibaca publik, sebagai sikap balas dendam menggembosi DPR," imbuhnya

(anw/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads