Mubarak memang masih bertahan, tetapi dunia internasional, sebut saja dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, kini tak lagi mendukung presiden yang telah berkuasa selama 30 tahun itu.
"Mubarak harus mendengar tuntutan rakyatnya," kata Presiden AS, Barack Obama seperti dikutip AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang Mubarak, dalam pernyataan terakhirnya, sebelum demo terbesar berlangsung, dia mengkhawatirkan keadaan Mesir kalau dia mundur. Mubarak yakin Mesir akan jatuh dalam huru hara.
Sementara itu, kandidat kuat pengganti Mubarak, yakni Sekjen Liga Arab Amr Moussa menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai kandidat presiden, seandainya pemilu dipercepat.
Seperti dikutip dari Al Ahram, Moussa menyatakan dia siap ambil bagian dalam pemerintahan transisi. Moussa juga menyatakan pemerintahan baru di Mesir harus bisa merangkul semua golongan termasuk Ikhwanul Muslimin.
(ndr/ndr)











































