Jurnalis itu bernama Mohammed Ahmed Mahmud dari surat kabar Al-Taawun diterbitkan oleh Yayasan Al-Ahram sebuah media milik negara. Mahmud tewas setelah koma selama empat hari.
Dia telah ditembak oleh penembak gelap satu minggu yang lalu saat mengambil gambar dari tanah di dekat Tahrir Square, lokasi titik fokus unjuk rasa anti-pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut CPJ, Mahmud merupakan jurnalis pertama yang tewas sejak protes Mesirย meletus pada tanggal 25 Januari.
"Hal ini membuktikan pemerintah (Mesir) terus mengirimkan polisi berpakaian preman untuk menyerang wartawan dan untuk merampok biro media," kata Mohamed Abdel Dayem, koordinator program CPJ Timur Tengah dan Afrika Utara
Beberapa media utama meliput bentrokan di pusat Kairo Tahrir Square. Sejumlah wartawan mengatakan mereka telah diintai dan diserang pendukung Presiden Hosni Mubarak.
(ape/ndr)











































