"Acara-acara ceramah keagamaan atau kuliah subuh tersebut juga lebih banyak sisi hiburannya bila dibandingkan dengan pesan agama yang ingin disampaikan," kata anggota Komisi VIII DPR Rahman Amin dalam siaran pers, Jumat (4/2/2011).
Politisi PKS ini membandingkan acara ceramah di televisi saat ini dengan ceramah Buya Hamka di tahun 1980-an, di mana ceramah yang disampaikan sangat lugas pada pesan-pesan agama dan juga dimengerti publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahman yang berasal dari Dapil Kalimantan Barat ini menekankan pada peran pemerintah, dalam hal ini Bimas Islam Kementerian Agama, agar lebih memperhatikan dan mengawasi tayangan-tayangan seperti itu.
"Agar pesan keagamaan dalam ceramah agama lebih jelas dan gamblang disampaikan, daripada sekedar humor dan hiburan semata. Saya ingin Bimas Islam memperhatikan, mengawasi, serta memberi pembinaan yang dianggap perlu supaya nilai keagamaan lebih menjadi perhatian dalam
ceramah agama yang ada di televisi kita," tutup Rahman.
(ndr/fay)











































