Misteri Sha dan Imanda Amalia

Misteri Sha dan Imanda Amalia

- detikNews
Jumat, 04 Feb 2011 17:27 WIB
Misteri Sha dan Imanda Amalia
Jakarta - Misteri dokter 28 tahun Imanda Amalia mengingatkan pada kisah setipe tahun 2005 yaitu Sha alias Tasha alias Natasha Anya. Sha digambarkan sebagai seorang guru TK berusia 23 tahun.
 
Sebagaimana Imanda, Sha kala itu menjadi perbincangan hangat di dunia maya karena kisahnya sungguh dramatis. Jika Imanda dikisahkan tewas dalam kerusuhan di Kairo, Sha tutup usia dua jam setelah dia memposting artikel di blognya http://kembangsolo.blogspot.com tentang mimpi kematiannya. Artikel itu berjudul "Mimpi Buruk" tertanggal 16 Agustus 2005.
 
Saat itu, dunia blogger gempar atas kematian Sha yang diumumkan oleh blogger bernama Dan, lengkap dengan foto "jenazah" Sha yang terlihat cantik. Semuanya berduka, bersimpati, bahkan merinding, atas cerita Sha yang meninggal dua jam setelah dia posting terakhir. Semuanya membicarakan "Blogger Meninggal Usai Tulis 'Mimpi Kematian'".
 
Karena menjadi perbincangan di internet, reporter detikcom lantas menyusuri jejak Sha yang lewat blognya banyak bercerita soal Solo. Misalnya saja mendatangi kantor Sekretariat Paroki di Gereja Katolik St Antonius yang disebut Sha sebagai gereja tempatnya beribadah. Pihak pengurus mengatakan tidak ada warga di Paroki Purbayan yang bernama Natasha Anya. Pengecekan di krematorium juga menunjukkan hanya ada ciri-ciri jenazah yang mirip Sha yang disemayamkan sepanjang bulan Agustus.
 
Sebagaimana Imanda, Sha juga eksis di sejumlah tempat gaul dunia maya seperti di milis. Di sini dia memiliki sejumlah teman dekat yang kadangkala berkomunikasi lewat gadget. Sha dikenal sebagai gadis baik, pintar dan menyenangkan, gemar main game Ragnarok hingga hari berganti dan techi abis.
 
Alhasil, ketika muncul spekulasi bahwa Sha adalah tokoh fiktif karena jejak-jejak faktualnya sulit didapat, sejumlah rekannya di milis menolak tudingan itu. Mereka yakin Sha benar-benar ada karena mereka pernah bertukar pikiran meskipun tidak pernah bertemu di alam nyata. Dan, yang pertama kali mengumumkan kematian Sha, juga menyangkal telah merekayasa tokoh Sha. Sementara itu, jejak Sha di dunia maya seperti blog-blog dan friendster, kala itu telah dihapus tanpa jejak.
 
Pada 2009, seorang member Kaskus pernah menuliskan lagi kisah misteri blogger Sha. Namun uniknya, saat blog Sha di http://kembangsolo.blogspot.com dijenguk hari ini (Jumat, 4/2/2011) kembali terdapat posting tertanggal 24 Januari 2011 dengan tulisan:
 
Antara Hoax dan Fakta
Diantara Hoax dan Fakta.
 
Baca Ini :
In Memoriam My Beloved Tasha…
 
ANDA YANG MENENTUKAN
 
Sayang, link yang mengarah ke http://www.elzan.com/2005/08/17/in-memoriam-my-beloved-tasha/ tidak bisa diklik.
 
Apakah sejarah juga terulang pada misteri Imanda Amalia? Dibandingkan Sha, kasus Imanda ini lebih spekatakuler. Maklum, terjadi di Kairo yang menjadi perhatian internasional dan sempat membuat sibuk Kemlu RI dan Kemlu Australia serta badan milik PBB, UNRWA. Hasilnya, kedua negara tidak mengakui Imanda sebagai warga negaranya dan UNRWA tidak memiliki staf bernama Imanda Amalia.

Sejumlah rekan di milis yang diikuti Imanda juga meyakini Imanda bukan sosok virtual karena mereka sering sharing, meski tidak pernah bersua secara fisik. Jejak-jejak dunia maya Imanda juga seketika sulit ditemukan. (nrl/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads