Gus Solah Akan Mengundurkan Diri dari Komnas HAM dan PBNU

Gus Solah Akan Mengundurkan Diri dari Komnas HAM dan PBNU

- detikNews
Senin, 10 Mei 2004 05:45 WIB
Jakarta - Solahuddin Wahid atau Gus Solah, Senin (10/5/2004) ini akan membicarakan pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua Komnas HAM. Dirinya juga akan mengundurkan sesegera mungkin dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).Demikian disampaikan oleh Solahuddin Wahid kepada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan jajaran DPP Partai Golkar. Dalam pertemuan itu Gus Solah dipastikan menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Wiranto. Pertemuan itu berlangsung di DPP Golkar, Jl. Anggrek Nelli Murni, Slipi, Jakarta Barat. Pertemuan berlangsung hingga Senin (10/5/2004) pukul 02.00 WIB dini hari."Saya akan bicara dengan Komnas HAM Senin pagi ini. Kalau dengan PBNU akan menyatakan pengunduran diri sesegera mungkin. Saya akan menelepon Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudz. Sedangkan di Komnas HAM sementara nonaktif," katanya menjawab seputar pertanyaan wartawan soal pengunduran diri setelah dirinya menerima pinangan Wiranto.Sementara ketika ditanya bagaimana bila Gus Dur, tetap maju sebagai calon presiden, Gus Solah belum bisa menjawabnya. "Nanti kita akan bahas dengan DPP PKB," jawabnya singkat.Soal Protes Aktivis HAMDalam kesempatan itu, Gus Solah mengakui, sejumlah LSM dan aktivis HAM yang mengkritisi dan memprotesnya agar tidak maju bersama Wiranto. "ini memang banyak persoalan yang banyak disampaikan kepada saya. Banyak LSM dan aktivis HAM tidak menginginkan saya untuk maju," kata Gus Solah.Namun, menurut Gus Solah, semua pihak harus memahami. Saya juga milik warga NU yang jumlahnya jutaan yang ingin saya maju mendampingi wiranto. Hal itu tidak bisa saya abaikan. Yang penting komitmen dalam penegakan HAM, penegakan hukum, dan pemberantasan KKN itu tetap saya pertahankan. Dan Pak Wiranto setuju dengan syarat-syarat saya," jelas Gus Solah.Ditanya bagaimana kalau dirinya nanti akan mengadili Wiranto terkait kasus pelanggaran HAM di masa lalu yang diajukan oleh Komnas HAM. Gus Solah mengakui, bila hal itu terjadi harus diikuti oleh Wiranto. "Mestinya iya, tapi lihat nantilah apakah memang seperti itu. Itu bukan wilayah saya, itu wilayah politik yang nanti akan mengikuti proses politik yang ada," jawabnya. (zal/)


Berita Terkait