Science of Universe adalah laman yang memfokuskan diri pada diskusi-diskusi ilmiah. "Kumpulan Analisa Dan Informasi Sains, Sejarah, Politik Konspirasi, Sosial - Budaya Dan Fenomena Fiksi Ilmiah Serta Metafisik," demikian keterangan mereka di bagian Informasi.
Topik bahasan mereka beragam. Mulai dari teknologi, sampai bahasan soal medis. Fans nantinya saling memberikan masukan dan diskusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu, ramailah laman itu dengan ucapan bela sungkawa. Terlebih lagi dipajang pula BlackBerry Messenger dari 'Manda' yang disebut sebagai BBM terakhir dalam hidupnya.
Ketika sosok 'Manda' menjadi perdebatan, demikian pula di laman grup ini. Moderator akhirnya memasang permintaan maaf.
"Mohon maaf sebesar-besarnya kepada khalayak umum serta masyarakat Indonesia khususnya atas pemberitaan Imanda Amalia yang belum jelas kebenaranya. Team Science Of Universe," demikian status mereka, Kamis (4/2) kemarin.
Sementara, anggota laman ini langsung membengkak jumlahnya menjadi 8.152 orang dalam sehari. Reaksi anggota laman ini terbelah dua. Ada yang sangat yakin soal Manda.
"Aku pernah berhubungan dengan Manda pada saat konflik di Gaza," kata M Ali Zaini.
Tapi ada juga yang mencaci maki. "Eh admin! Tanggung jawab dong. Nggak cukup cuma minta maaf! Bikin klarifikasi kronologis tentang kenapa berita nggak jelas itu bisa muncul. Sebutkan sumber-sumbernya yang jelas, bukan sumber-sumber fiktif. Biar orang tahu, Imanda ini riil eksis atau nggak," kritik Guntur Wicaksono.
Sedangkan, ada juga yang berposisi netral-netral saja. "Apapun yang terjadi pada Manda saat ini, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik kepadanya, dan semoga Mesir bisa damai lagi, amien," kata Atika Juliarso.
Di luar laman ini, pemerintah Indonesia, pemerintah Australia menegaskan tidak ada Imanda Amalia, baik WNI atau WN Australia. UNRWA yang disebut sebagai tempat Manda bekerja, juga mengatakan tidak ada Manda pada kantor mereka yang manapun di Timur Tengah.
(fay/asy)











































