"Bonek itu tidak perlu diangkut. Cuma bikin rugi PT KA saja," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno dalam jumpa pers di kantornya, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/2/2011).
Djoko menjelaskan, setiap mengangkut bonek pulang, PT KA bisa rugi sampai Rp 3 miliar. Merupakan kebiasaan jika setiap mengangkut bonek, kereta selalu dilempari batu bahkan bom molotov di daerah tertentu. Akibatnya, kereta mengalami kerusakan cukup parah.
"Uang Rp 3 miliar itu bisa dipakai beli satu gerbong kereta ekonomi. Ini tentunya lebih baik daripada uang digunakan untuk memperbaiki kereta yang rusak," tambah Djoko.
Djoko menambahkan, seringkali penggantian uang dari Pemerintah Daerah soal biaya pengangkutan bonek ini pun tidak jelas. Kadang bahkan seadanya saja, sehingga kerugian tidak terhindarkan.
"Harusnya bonek diangkut saja dengan kapal laut milik TNI AL," tutupnya.
(rdf/lrn)











































