Para Capres Berebut Berkah di Tempat Bersejarah

Para Capres Berebut Berkah di Tempat Bersejarah

- detikNews
Minggu, 09 Mei 2004 16:11 WIB
Jakarta - Tempat bersejarah menjadi idola parpol untuk mendeklarasikan capres-cawapresnya. Mega dan Hasyim Muzadi, misalnya, mendeklarasikan diri di Tugu Proklamasi. Sedangkan Amien Rais-Siswono di Gedung Joang.Untuk yang terakhir, Deputi Kampanye Amien Rais, Eddy Soeparno, mengakui bahwa pilihan tempat memang disengaja. "Karena representasi kebangkitan bangsa di zaman kemerdekaan, sehingga diharapkan pasangan ini bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari berbagai keterpurukan seperti kebodohan dan kemiskinan," kata Eddy pada detikcom di Gedung Joang, Jl.Menteng Raya, Jakpus, Minggu siang (9/4/2004). Eddy menyatakan, penetapan lokasi deklarasi sudah dilakukan 3 minggu lalu. Tidak ada tempat lain yang dipilih? "Dari awal memang di sini," tegas Eddy.Pada Kamis siang lalu (6/5/2004), Mega dan Hasyim juga diproklamasikan di tempat bersejarah. "Tempat ini dipilih karena merupakan tempat yang bersejarah. Dulu tempat ini pernah untuk proklamasi, sehingga cocok untuk dijadikan tempat mengumumkan capres dan cawapres PDIP," ungkap Sekjen DPP PDIP Sutjipto. Di tugu itu, berdiri patung Soekarno dan Hatta tengah membacakan naskah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.Selain "rebutan" tempat bersejarah, para capres juga berusaha mengklaim dirinya dengan sebutan kepahlawanan. Misalnya saja duet SBY-Kalla disebut mengingatkan pada duet Soekarno-Hatta karena merupakan perwujudan Jawa dan luar Jawa. Hal itu senada dengan Amien Rais-Siswono yang menyebut dirinya dengan "dwitunggal". Sebutan "dwitunggal" selama ini dikenal juga milik Soekarno-Hatta.Proklamasi capres-cawapres lainnya masih akan terjadi besok-besok. SBY dan Kalla, misalnya, akan mendeklarasikan diri lagi di Jakarta Convention Center (JCC) pada Senin besok pukul 11.00 WIB. Demikian juga Zainuddin MZ dan Mbak Tutut, yang tiba-tiba saja muncul, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hari-hari selanjutnya adalah Wiranto bersama cawapresnya, Gus Dur bersama cawapresnya, dan atau Hamzah Haz. Atau mungkin saja capres lainnya muncul mendadak seperti yang terjadi pada Zainuddin MZ dan Mbak Tutut. Namun, lokasi proklamasi mereka belum diketahui, apakah di tempat bersejarah lainnya atau malah di kawasan elit. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads