"Susah sekali, dikabarkan dia Warga Negara Australia. Pemerintah tidak wajib mengungkap identitas yang sebenarnya, karena dia bukan WNI," ujar Wakil Ketua DPR, Anis Matta, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Namun demikian, Anis tidak melarang pemerintah di jajaran Kemlu terus mencari tahu kewarganegaraan Imanda pasca bantahan pemerintah Australia. Namun demikian hal tersebut tidak perlu dijadikan prioritas.
"Bukan warga negara tapi secara kemanusiaan perlu dibantu," katanya.
Anis lalu mengkritik upaya Kedubes RI di Kairo yang dinilainya lamban. Ia berharap Kedubes di negara lain di dunia cepat tanggap jika harus segera menyelamatkan WNI.
"Kalau Presiden ikut menjemput sudah bagus tapi keluhan banyak sekali pada KBRI yang kurang gesit sehingga banyak yang keteteran," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Australia membantah Imanda Amalia berkewarganegaraan Australia. Bersamaan dengan hal tersebut UNRWA organisasi PBB yang disinyalir tempat Imanda bekerja juga membantah ada anggotanya bernama Imanda Amalia bertugas di Mesir. Karena banyak bantahan tentang Imanda, banyak yang menyimpulkan dia adalah sosok fiktif.
(van/gun)











































