"Banyak keterangan yang menunjukkan Nunun tidak sakit. Teman-temannya bilang seperti itu," ujar Fahmi di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (4/2/2011) siang.
Fahmi datang ke KPK sebagai perwakilan pegiat Laskar Tritura 66 yang menuntut pemerintahan bersih dan berwibawa. Fahmi datang bersama sejumlah koleganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Fahmi menilai, memang ada kejanggalan dalam kasus suap pada pemilihan DGS BI pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Goeltom tersebut. Salah satu yang paling mencolok, menurutnya, adalah adanya perlakuan yang berbeda antara penyuap dan yang menerima suap.
"Kalau kasusnya suap, maka si penyuap dan penerima suap itu harus diberlakukan sama," terang Fahmi.
Nunun Nurbaeti adalah orang yang disinyalir sebagai penyebar cek pelawat terhadap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004. Namun sampai saat ini dia tak juga dapat dihadirkan ke hadapan penyidik KPK dengan alasan sakit lupa akut.
Karena melayangkan izin sakit tiap kali absen menjalani pemeriksaan, KPK selalu dapat memaklumi absennya Nunun, meski keberadaanya juga belum dapat diketahui secara pasti.
(fjr/lrn)











































