Aksi puluhan anggota KAMMI tersebut digelar di Bundaran Gladag, Jumat (4/2/2011). Mereka menilai rezim Mubarak di Mesir sebagai rezim tiran dan otoriter yang telah melakukan pencideraan demokrasi. KAMMI juga menilai Mubarak melakukan pelanggaran HAM serius atas terbunuhnya para demonstran.
Karena Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, maka menurut KAMMI, sudah menjadi kewajiban Indonesia untuk turut serta memberikan dukungan kepada rakyat Mesir dalam mengupayakan demokratisasi dan reformasi di negera seribu menara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belajar dari reformasi 1998, aksi di Mesir saat ini adalah perjalanan sejarah sebuah bangsa menuju kemapanan demokrasi. Karenanya sudah semestinya kita mendukung demokratisasi di Mesir. Selain itu, kalau menilik sejarah Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Tidak ada alasan bagi Indonesia sebagai negara demokrasi untuk tidak ikut memberikan dukungannya kepada reformasi Mesir," ujar salah seorang peserta aksi.
Aksi puluhan mahasiswa tersebut berjalan cukup tertib. Dalam aksi tersebut mereka menggelar poster-poster dukungan terhadap rakyat Mesir. Aksi diakhiri dengan doa bersama untuk perjuangan rakyat Mesir.
(mbr/nrl)











































