"PBB telah membuat persiapan sampai dengan 600 staf PBB dan tanggungan mereka untuk sementara dipindahkan ke Siprus pada empat penerbangan yang di carter PBB," ujar juru bicara PBB Rolando Gomez seperti dikutif dari laman AFP, Jumat (4/2/2011).
Namun tidak semua staf PBB akan diboyong ke Siprus, beberapa staf penting akan tetap berada di Mesir. Gomez mengatakan keputusan itu diambil oleh kantor pusat PBB di New York karena situasi keamanan di Kairo dianggap tidak stabil meskipun tidak ada serangan pada staf PBB di Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siprus dipilih sebagai tempat untuk mengeluarkan warga negara asing dari Mesir. Lebih dari 150 warga Amerika Serikat telah tiba pada awal pekan ini dengan penerbangan Amerika yang diatur secara khusus.
Menteri dalam Negeri Siprus, Neoclis Sylikiotis mengatakan sekitar 320 orang telah menggunakan Siprus sebagai tempat transit sejauh ini. Negara kepulauan yang juga negara anggota Uni Eropa itu hanya berjarak sekitar 90 menit penerbangan dari Kairo.
(her/mei)











































