Duet Tutut-Zainuddin MZ Dideklarasikan Senin di TMII
Minggu, 09 Mei 2004 10:31 WIB
Jakarta - Dugaan bahwa Zainuddin MZ akan bergabung dengan Siti Hardiyanti Rukmana ternyata terbukti. Tutut sebagai capres, Zainuddin sebagai cawapres. Duet yang akan dideklarasikan Senin (10/5/2004) besok ini bakal meramaikan jagat perpolitikan Indonesia.Sebenarnya banyak pihak tidak yakin bahwa Ketua Umum PBR (Partai Bintang Reformasi) KH Zainuddin MZ akan berpasangan dengan Mbak Tutut. detikcom sebelumnya telah mengendus dan memberitakan jauh-jauh hari mengenai sinyal bahwa Tutut akan berkoalisi dengan kiai yang pernah dijuluki Kiai Sejuta Umat ini. Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Minggu (10/5/2004) duet ini akan dideklarasikan Senin besok pukul 10.30 WIB. Tempatnya di Gedung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Tutut sudah sejak lama telah dicalonkan sebagai presiden oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pimpinan Jenderal (purn) Hartono. Dalam Pemilu lalu,PKPB yang identik dengan partai Antek Soeharto ini mendapatkan suara 2,11 persen. Banyak orang memperkirakan, riwayat politik Tutut akan tamat dengan jumlah suara PKPB yang tidak signifikan itu. Diperkirakan juga, tidak ada parpol yang akanberkoalisi dengan PKPB, karena nuansa Orde Baru-nya sangat kental. Namun, gayung pun bersambut. PKPB mendekati Zainuddin MZ dari PBR. Dalam hasil Pemilu 2004, PBR mendapatkan suara 2,44 persen dan mendapat 12 kursi di DPR.Zainuddin MZ pun menerima tawaran itu. Berkali-kali pertemuan Zainuddin dengan Tutut digelar. Bahkan, Zainuddin juga tampak bolak-balik mengunjungi Soeharto saat dirawat di RSP Pertamina beberapa hari lalu. Dalam catatan detikcom, setidaknya dua kali Zainuddin mengunjungi Soeharto. Sesuatu yang agak janggal, bila Zainuddin terus-terusan menjenguk mantan orang nomor satu di Indonesia itu, bila tidak ada maksud tertentu. Menurut sumber detikcom, dalam pertemuan-pertemuan itulah, Zainuddin bertemu Tutut. Penjajakan duet Tutut-Zainuddin pun dilakukan. Soeharto, meski sakit, kabarnya juga memberikan pengarahan atas rencana duet itu. Selama ini rencana duet ini memang terkesan diam-diam. Bahkan, tokoh-tokoh PBR tampak lebih aktif melakukan lobi dengan partai-partai lain, semisal aliansi parpol papan tengah dan bawah. Lobi soal koalisi dengan PKPB tidak tampak. Selain itu, Mbak Tutut dan tokoh-tokoh PKPB juga relatif berdiam diri dalam menanggapi hasil pemilu. Ternyata, aksi-aksi politik Mbak Tutut memang sengajadilakukan diam-diam, untuk mengagetkan dunia politik Indonesia. Menurut sumber, Mbak Tutut makin rajin mendekati para kiai di pondok-pondok pesantren di JawaTengah dan Jawa Timur. Bahkan, kabarnya Mbak Tutut juga punya rencana untuk meminta restu Gus Dur. Bila hanya bergantung pada hasil suara PKPB dan PBR, jelas partai ini belum bisa mengusung Tutut-Zainuddin sebagai capres dan cawapres, karena suaranya kurangdari 5 persen. Namun, kabarnya, ada parpol lain yang akan bergabung, sehingga jumlah suaranya menjadi 7 persen. Partai manakah itu? Kita lihat besok.
(asy/)











































