"Saya meminta maaf yang sebesarnya atas apa yang terjadi kemarin," kata Shafiq seperti dilansir AFP, Kamis (3/2/2011).
Shafiq menjadi perdana menteri setelah Mubarak memberhentikan tawaran penumpasan para demonstran. Shafiq juga menyatakan pihaknya akan melakukan investigasi terhadap korban tewas di tengah-tengah polisi yang berpakaian preman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hati warga Mesir berdarah. Saat itu adalah malam yang berdarah dengan kerusakan yang cukup parah," ujarnya.
Mubarak pada Selasa (1/2) lalu berjanji akan menyerahkan kekuasaaannya pada September 2011 mendatang. Pernyataan ini semakin membuat marah rakyat Mesir yang ingin Mubarak segera lengser dari tahtanya.
Pada Rabu (2/2), tentara meminta demonstran untuk pulang. Sedangkan, para pendukung Mubarak bermunculan membawa bom molotov dan tongkat, lantas menyerang para demonstran di lapangan Tahrir. Mereka diduga adalah massa bayaran Mubarak.
Massa anti-Mubarak melempari mereka dengan batu. Mereka yakin, pendukung Mubarak adalah polisi berpakaian sipil.
(mei/her)











































